Tugas 2
Nama :Anisa Rahma Hanifa
NPM:11513078
Kelas: 2PA06
Sebelumnya telah kita ketahui pada zaman modern ini ,semakin canggih
pula teknologi. Dengan berkembangnya teknologi internet maka digunakan oleh
sebagian orang untuk mempermudah kegiatan mereka, bahkan seorang psikologi pun
bisa menangani pasiennya hanya menggunakan fasilitas internet seperti melakukan
tes psikoterapi. Dengan adanya internet kita bisa memperbanyak ilmu
pengetahuan dan memperluas wawasan, serta bisa mencari segala sesuatu sumber
informasi yang tentu bisa membantu kehidupan manusia. Misalnya seperti adanya
psikotes online, banyak orang yang menggunakan psikotes online untuk mengetahui
tingkat kecerdasan intelektual dan untuk mengasah kemampuan mereka sebelum
menghadapi tes psikotes yang akan dihadapi saat melamar kerja atau masuk
perguruan tinggi. Pertanyaannya apakah itu semua efektif?? Dalam setiap
perkembangannya internet memiliki begitu banyak dampak positif nya tapi tidak
sedikit pula dampak negatifnya. Berikut mengenai alat tes Psikologi dan
Psikoterapi yang dilakukan di internet :
TEORI
Tes Psikologi adalah sebuah alat ukur untuk mengetahui kepribadian
seseorang. Dengan tes ini kita dapat mengetahui kepribadian seseorang. Tes
psikologi ini sudah sangat luas digunakan di banyak negara untuk maksud-maksud
tertentu di berbagai bidang, misalnya bidang penelitian, pendidikan, militer,
industri dan lain-lain. Sejak tahun 1972, tes psikologi ini telah mulai
digunakan di Indonesia, setelah sebelumnya diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia dan disesuaikan dengan latar belakang sosial budaya di Indonesia
serta lolos tes validasi yang dilakukan secara statistik. Jadi tes ini bukan
sekedar tes yang mengadopsi/sekedar menterjermahkan dari tes-tes yang ada di
luar negeri. Menurut Anne Anastasi (1976) bahwa tes pada dasarnya adalah suatu
pengukuran yang obyektif dan standar terhadap sampel perilaku. Brown (1976)
mengatakan bahwa tes adalah suatu prosedur yang sistematis guna mengukur sample
perilaku seseorang. Nampaknya Brown menganggap bahwa cirri sistematis tersebut
telah mencakup pengertian obyektif, standar, dan syarat-syarat kualitas
lainnya.
Tujuan Tes Psikologis
1. Agar seseorang mampu mengenali aspek – aspek
dirinya
2. Seseorang mampu untuk menerima keadaan dirinya
secara lebih objektif
3. Membantu seseorang mengemukakan berbagai aspek
dalam dirinya
4. Membantu seseorang untuk mengelola informasi pada
dirinya
5. Membantu seseorang merancanakan masa depannya
Jenis Tes yang diukur melalui psikotes
1. Tes Intelegensi atau IQ test
Pada tes ini Anda akan dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang terkait
dengan kemampuan intelegensi anda, seperti pemahaman masalah-masalah
sehari-hari, logika berfikir, daya abstraksi, kemampuan menyelesaikan
permasalahan, strategi berfikir, daya ingat, kemampuan teknis dan hal-hal lain
yang terkait dengan fungsi kognitif Anda. Intinya tes ini mengukur segala
sesuatu terkait potensi intelegensi Anda dan optimalisasi dari potensi tersebut
saat ini.
2. Performance Test
Pada tes ini diberikan dalam deret Angka dimana Anda harus
menjumlahkan angka-angka yang ada dalam lembar kerja Anda. Tes ini sering
dilakukan terutama dalam setting industri.
3 Personality tes
Tes ini untuk melihat kecenderungan kepribadian seseorang seperti
kecendrungan Anda melihat diri sendiri dan lingkungan, bagaimana berinteraksi
dengan lingkungan, bagaimana menghadapi situasi yang memberikan tekanan,
bagaimana merespon permasalahan, konsep diri dan masih banyak hal lain. tes
kepribadian adalah kebiasaan-kebiasaan, bagaimana orang memandang masalah yang
sedang ia hadapi, kondisi emosi, pola interaksi baik dengan diri sendiri maupun
orang lain atau lingkungan sekitarnya, bagaimana merespon tekanan, motivasi,
bahkan dari tes kepribadian ini bisa dilihat juga taraf kecerdasannya.
Analisis :
1. Pertama yang akan dibahas adalah tes psikologi secara
online. Contohnya adalah ada sebagian dari banyaknya perusahaan yang melakukan
tes Psikologi hanya di Internet bukan tatap muka lagi. Positifnya adalah
mempermudah kerja perusahaan tersebut dalam menilai calon karyawannya, karna
penilaian score dilakukan digital oleh komputer bukan lagi perhitungan manual.
Kedua dapat mengefektifkan waktu karna tidak lagi perlu tatap muka. Hanya saja
dari sekian banyak nilai positif tetap saja memiliki banyak nilai negatifnya,
yaitu banyaknya terjadi bocoran tes Psikologi tersebut. Dengan mudahnya
seseorang mengakses internet dengan mudah pula kita mendapatkan informasi.
Kedua saat melakukan Tes Psikologi bisa saja yang mengerjakannya bukan dirinya
dengan kata lain menggunakan jasa orang lain agar bisa mengerjakan tes
psikologi itu dan akhirnya perusahaan tersebut akan mmenyesal karna sudah salah
dalam merekrut karyawannya. Berikut akan dijabarkan dampak positif maupun
negatifnya :
a. Dampak Positif dan negatif Tes psikologi online
Ø
Positif :
a) Dapat dilakukan dirumah bahkan dimana saja kapan saja
dengan menggunakan internet.
b) Bisa mencoba-coba beberapa kali tes tersebut atau tes
yang lain nya
c) Hasil tesnya pun langsung dapat diketahui tanpa harus
menunggu waktu yang cukup lama.
Ø
Negatif :
a) Kerahasiaan alat tes
semakin terancam.
b) Program tes psikologi yang ada akan mudah sekali
bocor.
c) Alat tes psikologi
yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi- indikasi yang
sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa melihat aspek-aspek
sperti observasi, wawancara dan hal-hal lain yang mendukung data tersebut
menjadi valid. Hal tersebut dapat mempengaruhi orang-orang yang berprofesi
sebagai tester (yang melakukan pemeriksaan psikologis / alat- alat tes
psikologi) karena lapangan pekerjaan mereka dapat diambil alih oleh mesin-mesin
yang diprogramkan untuk dapat melakukan tes-tes psikologi secara online, karena
penyajiannya secara cepat dan langsung dapat diketahui hasilnya walaupun
hasilnya kurang valid.
Contoh tes psikologi:

2. Pembahasan ke dua adalah mengenai seorang psikologi yang melakukan Psikoterapi melalui internet.
Seorang psikologi memang dapat membantu klien nya melalui internet, yaitu
dengan menggunakan blog atau web pribadi mereka. Klien dapat menceritakan
segala keluh kesahnya dan seorang psikologi dapat memberikannya nasehat serta
solusi-solusi. Namun seorang psikologi tidak bisa menanganinya lebih lanjut
jika ingin memberikan Psikoterapi atau tretmen. Mereka hanya bisa melakukan
diskusi-diskusi kecil. Kelebihannya sebelum seorang psikologi menangani lebih
lanjut dengan tatap muka mereka telah mengetahui inti dari permasalahan klien
karna telah berkonsultasi sebelumnya melalui internet. Itu lah sedikit
pembahasan mengenai fenomena yang terjadi mengenai tes psikologi dan
psikoterapi yang terjadi, dengan segala kelebihan dan kekurangannya kita harus
mampu melihat yang baik dilakukan melalui internet atau tidak. Karena tidak
semua kegiatan bisa kita lakukan diinternet dengan menghasilkan sesuatu yang
baik.