Minggu, 16 November 2014

Fenomena addiction,yang terjadi sebagai dampak interaksi manusia dan internet,sebutkan faktor etiologi,jenis-jenis addiction.


2. Jelaskan tentang fenomena addiction,yang terjadi sebagai dampak interaksi manusia dan internet,sebutkan faktor etiologi,jenis-jenis addiction!

Pengertian Addiction
Pada awalnya pengertian addiction hanya ditunjukan pada kasus penyalahgunaan obat-obatan (eg. Walker 1989), seperti definisi yang diungkapkan oleh American Psychiatric Association’s diagnostic and Statistic Manual of Mental disorders Definisi addiction sebagai aktifitas kompulsif yang tidak terkendali tanpa memperdulikan konsekuensi negatif yang merupakan akibatnya.internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan. Riset menemukan bahwa beberapa organisasi mengalami dampak negatif sebagai akibat dari kecanduan akan games off-line (seperti Solitaire dan Tetris yang populer di dekade 1980-an lalu), yang memang rata-rata banyak di-install dalam komputer. Untuk saat ini ada pula games online seperti ayo dance, poker, the sims dan lain-lain yang sangat disukai banyak orang. Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan di Singapura, sekitar 520.000 pelajar SMP dan SMA mengalami kecanduan internet, terutama untuk game online dan e-mail. Survei menunjukkan bahwa 9 persen dari pelajar SMP dan 14 persen dari pelajar SMA mengakses internet lebih dari lima jam setiap hari kerja.
Jenis-Jenis Internet addiction
Berikut ini adalah sub-sub tipe dari internet addiction menurut Kimberly S. Young, et. al. (2006):
a. Cybersexual Addiction,
Termasuk ke dalam cybersexual addiction antara lain adalah individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
b. Cyber-Relationship Addiction
Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam perselingkuhan virtual.
c. Net compulsions
Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan online.
d. Information Overload
  Factor-faktor etiologi

Etiologi adalah membahas tentang penyebab, dan faktor-faktor etiologi adalah faktor-faktor penyebab bagi pengguna internet yang kecanduan. Namun itu tidak terjadi secara begitu saja, melainkan ada sebab-sebab yang menyertainya, karena suatu perilaku kecanduan terjadi oleh periode waktu-waktu tertentu sebagai hasi interaksisosial dan adanya perilaku menyimpang.

·         Cognitive-Behavioral Model
Cognitive-Behavioral adalah emosional, fisiologis, dan perilaku respon individu sebagai dimediasi oleh persepsi mereka tentang pengalaman, yang dipengaruhi oleh keyakinan mereka dengan cara karakteristik mereka berinteraksi dengan dunia, serta oleh pengalaman sendiri.
Young menyatakan kecanduan teknologi sebagai bagian dari kecanduan perilaku seseorang. Kecanduan internet menampilkan komponen inti dari kecanduan (kedudukan kentara, mood modifikasi, toleransi, penarikan, konflik dan kambuh). Dari perspektif ini, si pecandu menganggap internet sebagai suatu hal yang penting bagi hidupnya, dia juga merasa lebih relax saat berhubungan dengan orang lain melalui dunia maya dan dihinggapi perasaan cemas berlebih saat  internet offline. Menurut Davis si pecandu mengalami depresi sehingga ia hanya bisa meluapkannya melalui penggunaan internet yang berlebih, mengembangkan sikap toleransi pada internet karena dia menggunakan internet untuk mencapai suatu kepuasan, mengalami penarikan diri dari lingkungan sosial, mengalami penderitaan saat terjadinya konflik dengan orang lain karena aktivitas, dan sering online juga adalah tanda-tanda dari kecanduan. Model ini telah diterapkan pada orang yang mengalami gangguan perilaku seksual, konsumsi makanan, dan perjudian via online. 
Cognitive-behavioral Model adalah suatu terapi yang digunakan oleh para psikolog terhadap si pecandu. Terapi ini cukup efektif untuk menyembuhkan kasus kecanduan judi online dan penyalah gunaan zat. Jadi, si pecandu dilatih untuk memantau pikiran dan mengidentifikasikan afektif mereka. Pemicu situasi lalu dihubungkan dengan perilaku mereka saat menggunakan internet. Mereka dilatih untuk mengontrol keseringan online dan menghidupkan segala aktivitas saat offline dari internet. Aktivitas kehidupan yang tidak melibatkan internet dapat mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas kehidupan offline mereka. Walau demikian memang tidak bisa dipungkiri bahwa komputer dan internet kini tidak bisa terpisahkan dari kegiatan sehari-hari manusia. Oleh karena itu harus ada kesepakatan dalam mengontrol penggunaannya agar tidak sampai menimbulkan rasa kecanduan. 

·         Neuropsychological
Neuropsychology adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur dan fungsi otak yang berkaitan dengan suatu perilaku yang terjadi pada individu
Neuropsychology ialah suatu kemunduran perilaku akibat adanya kerusakan otak. Dan neuropsychological model ialah seorang individu akan diklasifikasikan sebagai pecandu internet jika ia memenuhi dari 3 kondisi berikut, (1) ia akan merasa akan lebih mudah mencapai aktualisasi diri secara online daripada di kehidupan nyata, (2) merasakan pengalaman dysporia dan depresi setiap kali akses ke internet yang rusak atau mengalami gangguan dan yang (3) ialah orang tersebut akan mencoba secara diam-diam menggunakan internet dari anggota keluarga atau sekitarnya.
Jadi bisa kita telaah dari berbagai pengertian yang telah dijelaskan diatas. Inti dari pembahasan kali ini ialah adanya dampak negatif dalam penggunaan internet berdasarkan faktor etiologi atau faktor penyebab dengan neuropsychological model. Dimana yang menjadi penyebab disini ialah karena sudah terbiasa menggunakan internet untuk apapun / kebiasaan, sehingga si pengguna tidak bisa lepas dari internet. Dan akhirnya mengakibatkan si pengguna mengalami perubahan perilaku dari yang selalu berinteraksi dengan orang sekitar secara nyata menjadi hanya mau berinteraksi dengan orang-orang di dunia maya. Atau menjadi tidak peduli lagi dengan keadaan sekitar karena sudah terlalu asyik dengan dunianya sendiri di dalam internet, apabila orang tersebut sudah mengalami kecanduan internet yang sangat parah.

Contoh-contoh akibat tersebut timbul tidaklah lain karena hanya asyik menggunakan internet saja. Melainkan dari kebiasaannya tersebut akhirnya didalam otak / syarafnya mengalami gangguan atau kerusakan. Dari kebiasaan tersebut, maka otak dan syarafnya hanya dapat terfokus pada hal-hal internet saja. Tidak ada yang hal-hal lain yang dapat dipikirkan oleh otaknya, jika orang tersebut benar-benar mengalami kecanduan level atas.
Itulah sekilas mengenai dampak negatif penggunaan internet berdasarkan faktor etiologi dengan neuropsychological model. Sang pengguna bisa menjadi anti sosial (ansos) karena sudah terlalu asyik dan nyaman dengan internetnya, menjadi tidak peduli akan lingkungan sekitarnya yang nyata, ataupun menjadi pendiam / tertutup di dunia nyata tapi aktif dan selalu bersuara di dunia maya. Dan masih banyak lagi dampak-dampak lainnya yang tidak bisa dijelaskan satu per satu.

Analisis bulliying terhadap orang lain terhadap lingkup psikologi


Analisis bulliying terhadap orang lain terhadap lingkup psikologi,motif apa yang sebenarnya ingin di capai dari kegiatan tersebut,pantaskah dengan hukuman tersebut!

Contoh kasus:
Gank siswi SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan, terlibat kasus bullying terhadap adik kelasnya, Nova Yuma Shanti Alias Via hingga harus menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Mereka dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Ketiga siswi yang dipanggil tersebut, yakni Dinar Amanda Trianti, Euodia Josephine Romauli, dan Arvie Amanda Lubis. Mereka baru pertama kali ini menerima panggilan polisi untuk diperiksa terkait kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami Via.Penyidik memintai keterangan terhadap 12 orang saksi termasuk Via dan guru yang menyaksikan kejadian itu. Penyidik juga sudah memiliki surat hasil visum yang menyebutkan ada luka memar di bagian perut Via.Dari hasil pemeriksaan 12 saksi, penyidik menduga kuat ketiga siswi yang baru lulus kemarin itu melakukan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan. Atas tindakan tersebut ketiganya terancam pasal 170 tentang pengeroyokan.Via, siswi kelas 1 SMA Negeri 70 Bulungan yang melaporkan kasus bullying yang dialaminya itu mengaku sempat diintimidasi lewat SMS oleh teman-teman kelasnya. SMS tersebut sangat menakutkan berisi pesan ancaman, katanya, “awas Via, nanti kamu diadili luh” terus ada juga SMS bunyinya, “hati-hati nanti ada pergerakan anti-Via.” Diduga ini perbuatan dari kakak kelas Via.Kasus dugaan kekerasan yang dilakukan tiga siswi SMAN 70 Bulungan ini ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.Bayu Prasetyo, penasehat hukum Via, mengatakan, sejak kejadian itu Via masih trauma dan takut jika pergi ke sekolah. Alasannya karena Via kerap mendapat tekanan. Ketika ditanya apakah keluarga Via setuju jika pihak ketiga terlapor yang diduga menganiaya Via mengajak damai? Dengan tegas Rima, Ibunda Via menolaknya.Seperti diberitakan, Via dianiaya oleh tiga kakak kelasnya di kantin sekolah. Penyebabnya sepele, Via tidak memakai kaus dalam atau singlet. Via mengaku diintimidasi oleh tiga seniornya kelas 3. Dia juga mengaku mendapat kekerasan. (sumber: http://indonesiaindonesia.com/f/81254-berita-seputar-dunia-pendidikan/)
Motif :  Yang diniatkan untuk melukai objek atau korban sasaran agresi untuk merugikan orang lain. Agresi juga merupakan perilaku yang dimaksudkan menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis.

Pantaskah dengan hukuman : Menurut saya itu sangat pantas,karena para pelaku harus dihukum sesuai pasal dan undang-undang yang berlaku di indonesia,dan menyesali jera akan kesalahannya.